Home Wisata Telusuri Makam Sunan Kuning di Komplek Resosialisasi Argorejo Semarang

Wisata Telusuri Makam Sunan Kuning di Komplek Resosialisasi Argorejo Semarang

Published on October 4th, 2017| by Siramers

0

Telusuri Makam Sunan Kuning di Komplek Resosialisasi Argorejo Semarang

Walaupun kenyataannya, makam Sunan Kuning berada cuma berjarak 50 meter dari komplek Resosialisasi Argorejo. Tepatnya berada di satu bukit mini dengan sebutan Gunung Pekayangan di Jalan Sri Kuncoro 1 RT 6 RW 2 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat.

Telusuri Makam Sunan Kuning di Komplek Resosialisasi Argorejo Semarang

Telusuri Makam Sunan Kuning di Komplek Resosialisasi Argorejo Semarang (Sumber: viva.co.id)

Kami berkesempatan menelusuri makam Sunan Kuning di bukit Pekayangan. Salah seorang tokoh yang ditemui adalah Sutomo (67 tahun), yang tak lain merupakan juru kunci makam Sunan Kuning. Mbah Tomo, sapaan akrabnya, bahkan dengan senang hati mengantar menelusuri makam dengan beragam cerita di dalamnya.

Untuk menemukan lokasi makam Sunan Kuning sesungguhnya cukup gampang. Bila pengunjung telah masuk gang-gang di kompleks lokalisasi Argorejo, ujung komplek di sisi barat Argorejo akan ditemukan oleh tentu.

Baca juga: Menelusuri sjarah sekaligus Wisata di Jogja

Dari situ, ada satu portal besi sebagai batas komplek hiburan malam dengan perkampungan masyarakat di Jalan Sri Kuncoro 1. Makam Sunan Kuning berada terletak sekitar lima puluh meter dari portal tersebut.

Untuk sampai di komplek makam, pengunjung wajib memasuki satu gapura bercat hijau dan menaiki jalan setapak di komplek makam. Sebelum sampai di makam utama Sunan Kuning, ada pemakaman penduduk bernama Tepis Wiring.

Sampai di puncak bukit, ada pintu gerbang kedua dengan arsitektur khas Tiongkok yang menjadi pintu masuk area makam Sunan Kuning. Di dalam area makam terdapat 3 bangunan mirip rumah mini, serta pohon-pohon gede rindang yang menjulang tinggi.

Bangunan rumah pertama diperuntukkan bagi peziarah yang hendak istirahat, atau menginap. Sedangkan kediaman kedua, terdapat 3 makam tertulis nama Kyai Sekabat, Kyai Djimat, dan Kyai Modjopahit.

Menurut kisah Sutomo, ketiga makam itu merupakan siswa, sekaligus pembantu setia Sunan Kuning. Dengan logat Jawa, Sutomo mengatakan sebagai “Patih Kanjeng Sunan Kuning”.

Sutomo lalu menunjukkan makam Sunan Kuning di bagian sisi pojok makam. Satu bangunan permanen khas Tiongkok dengan dominasi cat kuning. Bangunan tersebut dilengkapi dengan teras mirip pendopo sebagai tempat berziarah.

Sebuah pintu tidak kecil warna merah menyala lalu dibuka Sutomo dengan hati-hati. Jari telunjuknya, lalu menunjukkan 1 persatu makam yang berjumlah tiga nisan, tergolong Makam Sunan Kuning.

“Ini makam Soen Ang Ing, atau Kanjeng Sunan Kuning, lalu ini makam Sunan Kalijaga, dan ini Sunan Ambarawa, atau Syekh Maulana Maghribi Kendil Wesi,” ucap Sutomo sembari mempersilakan kami, memotret di makam itu.

Secara fisik, ketiga makam utama tersebut sengaja diberi rumah-rumahan kecil lengkap dengan kelambu dominasi warna merah. Persis di depan nisan berkelambu, ada ornamen patung mini khas China.

Sedangkan di dinding tampak gambar Walisongo, serta ornamen China. Ada juga sejumlah dupa berikut wadahnya yang belum lama digunakan oleh peziarah di depan makam.

“Makam di sini selalu bersih dan terjaga dengan baik. Peziarah juga jika di bulan Asyura, seperti sekarang memang ramai,” ujar bapak lima anak dan tiga cucu tersebut.

Meski begitu, Sutomo mengaku menyayangkan pamor makam ulama gede Sunan Kuning yang perlahan memudar, seiring kentalnya sebutan Sunan Kuning sebagai kompleks bisnis esek-esek.

“Padahal, dulunya makam sini itu wingit dan sakral. Peziarah banyak datang dari kota-kota besar di Indonesia. Makanya, harus diluruskan bahwa Sunan Kuning bukanlah kompleks lokalisasi, tapi makam ulama tidak kecil,” kata pria generasi kelima juru kunci Makam Sunan Kuning itu.

Tags: ,



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑